Turut Berduka Cita atas Wafatnya Bpk Saleh Afif, Mantan Menteri Koordinator Ekonomi dan Keuangan periode 1993-1998, Kel. Besar Bapekki Dep.Keuangan
Badan Pengkajian Ekonomi, Keuangan dan Kerjasama Internasional

 Kategori
 UU APBN
 Nota Keuangan
 Realisasi APBN
 SK Kurs
 Indikator Ekonomi
 Kajian Ekonomi
 Tim Tarif
 Kerjasama Internasional
 Kolom Fiskal
 Lain-lain
 Contact Us
 E-mail Depkeu
 
 
 

 

Profil Badan Analisa Fiskal

         Badan Analisa Fiskal atau BAF adalah salah satu unit eselon I di Departemen Keuangan. Untuk mengetahui apa dan bagaimana BAF, berikut ini secara singkat diuraikan tentang sejarah berdirinya BAF, tugas dan fungsi, struktur organisasi, SDM, dan sarana pendukung yang dimiliki.

Ringkasan Sejarah BAF

Keberadaan BAF sangat erat dengan tugas penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN yang dilakukan sejak awal orde baru, yaitu Repelita I tahun anggaran 1969/1970. Pada awalnya, penyusunan laporan dan pertanggungjawaban keuangan pemerintah ini dilakukan oleh Staf Pribadi Menteri Keuangan, dan selanjutnya sejak tahun 1975 dilakukan oleh Biro Perencanaan dan Penelitian, Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan. Selanjutnya  untuk mendukung perkembangan pembangunan yang semakin pesat, pada tahun 1985 dibentuk suatu unit organisasi setingkat eselon II yang khusus menangani penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN, yaitu Pusat Penyusunan dan Analisa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PPA-APBN), yang bertanggungjawab langsung kepada Menteri Keuangan.

       Penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN sangat erat kaitannya tidak saja dengan perkembangan keuangan negara, tetapi juga dengan perkreditan dan neraca pembayaran, sehingga pada tahun 1987 dibentuklah unit setingkat eselon I, yaitu Badan Analisa Keuangan Negara, Perkreditan dan Neraca Pembayaran (BAKNP&NP) yang merupakan penggabungan tugas pokok dan fungsi PPA-APBN dengan sebagian tugas fungsi Direktorat Jenderal Moneter Luar Negeri dan Direktorat Pembinaan Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Moneter Dalam Negeri, yang dituangkan dalam Keppres Nomor  36 Tahun 1987, tentang Susunan dan Organisasi Departemen, dan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor  85/KMK.01/1988 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Analisa Keuangan Negara, Perkreditan dan Neraca Pembayaran.

       Setelah berjalan lebih kurang empat tahun, susunan dan uraian tugas BAKNP&NP lebih dikembangkan dengan memasukkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Keuangan dan Moneter. Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 32/KMK.01/1993, tanggal 6 Januari 1993, tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Analisa Keuangan dan Moneter, selanjutnya nama BAKNP&NP diubah menjadi Badan Analisa Keuangan dan Moneter (BAKM). BAKM mempunyai empat biro, yaitu  Biro Analisa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Biro Analisa Moneter, Biro Analisa Keuangan Daerah, dan Biro Pengkajian Ekonomi dan Keuangan, serta Sekretariat Badan.

       Dalam perkembanganya, untuk menyesuaikan dengan kondisi yang cepat berubah, serta dalam rangka meningkatkan kinerja dan efisiensi di Departemen Keuangan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 177 tahun 2000, tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen, dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 2/KMK.01/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan tanggal 3 Januari 2001, BAKM disempurnakan dan namanya diganti menjadi Badan Analisa Fiskal (BAF), dengan memisahkan Biro Analisa Keuangan Daerah dan mengembangkan Pusat Analisa  APBN, menjadi dua Pusat, yaitu Pusat Analisa Pendapatan Negara dan Pembiayaan Anggaran dan Pusat Analisa Belanja Negara.

 
Visi dan Misi

Visi Badan Analisa Fiskal adalah

Menjadi unit analisis dan penelitian yang berdaya guna dan berhasil guna di bidang ekonomi dan keuangan, khususnya dalam rangka perumusan kebijakan fiskal untuk mendukung visi Departemen Keuangan.

Misi Badan Analisa Fiskal adalah

1. Misi Fiskal

Mengembangkan analisis, penelitian dan perumusan kebijakan fiskal dalam upaya mewujudkan APBN yang sehat, credible dan sustainable.

2. Misi Ekonomi

Menganalisis dan meneliti permasalahan ekonomi khususnya APBN dalam upaya membangun pondasi dan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar.

3. Misi Politik

Mendorong terwujudnya proses penyusunan NK dan RAPBN yang transparan, partisipatif dan akuntabel.

4. Misi kelembagaan

Senantiasa memperbaharui diri selaras dengan aspirasi teknokrasi publik mutakhir khususnya di bidang fiskal, organisasi, SDM, dan sarana/prasarana kerja.

Tugas Pokok dan Fungsi

Badan Analisa Fiskal (BAF) mempunyai tugas merencanakan, mengkoordinasikan dan mengevaluasi kebijakan fiskal, serta menyelenggarakan kegiatan analisis dan penelitian perkembangan fiskal, keuangan dan ekonomi berdasarkan kebijakan Menteri dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

          Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, BAF menyelenggarakan fungsi :

  1. Penyusunan NK dan RAPBN serta pekembangan dan perubahannya;

  2. Penyusunan rencana pendapatan negara, hibah, belanja negara dan pembiayaan anggaran untuk jangka menengah; 

  3. Penyusunan statistik di bidang fiskal, keuangan dan ekonomi;

  4. Analisis kebijakan, evaluasi dan perkiraan perkembangan pendapatan negara, belanja negara dan pembiayaan anggaran;

  5. Analisis kebijakan evaluasi dan perkiraan perkembangan ekonomi makro;

  6. Analisis kebijakan evaluasi dan perkiraan perkembangan ekonomi makro.

  7. Penelitian dan rekomendasi kebijakan fiskal, keuangan dan ekonomi, serta diseminasi hasil penelitian;

  8. Pelaksanaan administrasi BAF

Struktur Organisasi

Struktur organisasi BAF terdiri dari 5 unit eselon II,  yaitu:

a.   Sekretariat Badan Analisa Fiskal

b.   Pusat Analisa Pendapatan Negara dan Pembiayaan Anggaran

c.   Pusat Analisa Belanja Negara

d.   Pusat Analisa Ekonomi Makro

e.   Pusat Statistik dan Penelitian Keuangan

      Di samping jabatan-jabatan struktural, BAF juga memiki jabatan fungsional  Peneliti.
 

Struktur Organisasi

Sarana Pendukung

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas secara cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan, BAF didukung dengan teknologi sistem informasi internet dan secara bertahap terus dilakukan upaya-upaya perbaikan melalui penyempurnaan perangkat lunak, pengembangan jaringan maupun mengganti perangkat keras yang lebih canggih, serta upaya pembangunan Sistem Informasi Fiskal secara on line.

BAF juga didukung oleh perpustakaan, dengan penerapan sistem komputerisasi, yang memiliki lebih dari 6.301 koleksi dengan 4.358 judul, yang terdiri dari buku-buku ilmiah, termasuk textbook, jurnal ekonomi dalam dan luar negeri, buletin ekonomi, kumpulan peraturan perundang-undangan, serta majalah-majalah ilmu pengetahuan lainnya.

Di samping itu, Badan Analisa Fiskal juga telah menerbitkan berbagai buku ilmiah antara lain Profil Profesi Penunjang Pasar Modal (1999), LQ 45 Benefit dan Analysis (tahun 1999), Pedoman Penyusunan Neraca Pembayaran Indonesia dan Perdagangan Internasional (1999), Kebijakan Fiskal Memasuki Milenium Ketiga : Menyongsong Indonesia Baru (2000), dan Prospektif Desentralisasi Fiskal (2001).

Sumber Daya Manusia

Untuk melaksanakan beban tugas yang sedemikian berat, BAF didukung oleh 225 pegawai (per 1 Februari 2003) yang terdiri dari 174 laki-laki dan 51 wanita, dan sebagian besar berlatar belakang pendidikan sarjana (54%), yaitu S1/D4 sebanyak 72 orang, S2 sebanyak 44 orang dan S3 sebanyak 5 orang.

Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) diarahkan agar memiliki etos kerja yang tinggi, pengetahuan yang luas, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan, cakap dan tanggap terhadap kondisi yang sedang berkembang, kreatif, inovatif, serta memiliki kemampuan analisis dan meneliti yang tinggi.

Untuk mencapai kondisi SDM yang demikian, BAF memberikan motivasi, dorongan dan kesempatan yang luas kepada pegawai untuk selalu mengembangkan kemampuan dan pengetahuannya, yang antara lain melalui pengiriman pegawai untuk mengikuti program S2/S3 di dalam dan di luar negeri, seminar, diskusi, temuwicara, lokakarya, serta program magang di berbagai instansi terkait. Di samping itu, BAF mempunyai tugas membina, mengkoordinasikan dan menyelenggarakan kegiatan analisis dan pengkajian di bidang ekonomi, keuangan dan moneter yang outputnya disampaikan kepada pimpinan Departemen sebagai bahan masukan dalam menetapkan kebijakan/pengambilan keputusan.

REKAPITULASI PEGAWAI BADAN ANALISA FISKAL
BERDASARKAN PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN
PER   1  JULI  2001
 
NO. UNIT S3 S2 S1 D3 D1 SLTA SLTP SD JUMLAH
L P L P L P L P L P L P L P L P L P (L+P)
1. Sekretariat 1 0 2 1 6 6 1 0 2 2 24 7 1 0 13   50 16 66
2. Pusat Analisa Pendapatan Negara dan Pembiayaan Anggaran 0 0 5 2 7 1 0 0 0 1 4 1 1 0 1 0 18 5 23
3. Pusat Analisa Belanja Negara 0 0 5 2 7 0 2 0 1 0 4 0 0 0 0 0 19 2 21
4. Pusat Analisa Ekonomi Makro 2 0 4 1 11 7 2 1 0 0 7 7 0 0 0 0 26 16 42
5. Pusat Statistik dan Penelitian Keuangan 2 1 18 0 12 5 1 0 1 0 5 3 0 0 0 0 39 9 48
  JUMLAH 5 1 34 6 43 19 6 1 4 3 44 18 2 0 14 0 152 48 200
 
Aktivitas dan Produk BAF

Sesuai tugas dan fungsinya, pada dasarnya aktivitas BAF mempunyai peranan yang cukup strategis, khususnya dalam proses perencanaan dan evaluasi kebijakan ekonomi makro Indonesia. Dalam hubungannya dengan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kebijakan fiskal (keuangan negara), BAF dapat diibaratkan sebagai “dapur“ utamanya. Di samping itu, BAF juga melaksanakan penelitian/ pengkajian di bidang ekonomi dan keuangan.

Aktivitas BAF hampir didominasi dengan tugas penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN), yaitu merupakan laporan yang memuat pelaksanaan dan rencana APBN, serta perkembangan dan perkiraan perkembangan ekonomi makro, pendapatan negara dan pembiayaan anggaran, analisis belanja negara.

Secara definisi, pengertian Nota Keuangan adalah laporan pelaksanaan APBN, dan perkembangan penerimaan negara/pendapatan negara, yang meliputi penerimaan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak dan hibah, serta belanja negara yang meliputi pengeluaran rutin, pengeluaran pembangunan dan dana perimbangan. Asumsi meliputi pertumbuhan laju inflasi, nilai tukar rupiah, suku bunga SBI, harga minyak mentah internasional, dan produksi minyak mentah.

Untuk mendukung kelancaran tugas-tugas BAF tersebut, hubungan kerja dengan instansi-instansi terkait, baik di dalam lingkungan Departemen Keuangan, seperti Ditjen Anggaran, Ditjen Pajak, Ditjen Bea dan Cukai, Ditjen Lembaga Keuangan, Ditjen PKPD, maupun instansi di luar Departemen Keuangan seperti Bank Indonesia, Bappenas, Badan Pusat Statistik, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, BKPM, Departemen Dalam Negeri, maupun lembaga internasional seperti IMF dan Word Bank telah terjalin dan dibina dengan baik.

Secara lebih jelas aktivitas BAF dapat dilihat dari masing-masing pusat sebagai berikut.

A. Pusat Analisa Pendapatan Negara dan Pembiayaan Anggaran

Pusat Analisa Pendapatan Negara dan Pembiayaan Anggaran (PAPN&PA) adalah pusat yang tugas utamanya melaksanakan analisis kebijakan, evaluasi dan perkiraan perkembangan pendapatan negara dan pembiayaan anggaran, serta penyusunan NK dan RAPBN di bidang pendapatan negara, hibah dan pembiayaan anggaran.

Dengan tugas utamanya tersebut, Pusat Analisa Pendapatan Negara dan Pembiayaan Anggaran mempunyai peranan penting dalam siklus pelaksanaan APBN Indonesia, mulai dari persiapan/penyusunan hingga laporan pelaksanaan terakhir APBN. Jadwal kegiatan mulai dari penyampaian APBN, pembahasan APBN dengan DPR, persetujuan budget oleh DPR, pelaksanaan APBN, laporan perubahan/sementara realisasi APBN, dan laporan terakhir realisasi APBN.

Dalam kaitannya dengan siklus APBN ini, Pusat Analisa Pendapatan Negara dan Pembiayaan Anggaran meramu berbagai macam data/informasi yang berasal dari instansi dan departemen terkait, diolah oleh Pusat Analisa Pendapatan Negara dan Pembiayaan Anggaran, yang kemudian disajikan dalam berbagai bentuk laporan, baik rutin maupun insidentil, dan dapat dibaca oleh siapa saja.

Berbagai bentuk laporan yang merupakan produk PAPN&PA tersebut tentunya sangat terkait erat dengan anggaran pendapatan. Berbagai produk/laporan tersebut, utamanya antara lain tersaji dalam Nota Keuangan dan RAPBN serta Laporan Pelaksanaan RAPBN. Pusat APNPA juga meyampaikan bahan Pidato Kenegaraan dan lampirannya yang akan disampaikan Presiden didepan Sidang Paripurna DPR, bahan Jawaban Pemerintah atas Pertanyaan DPR yang berkaitan dengan APBN, bahan konsultasi dengan lembaga-lembaga internasional, bahan rapat koordinasi terbatas bidang Ekuin, sidang kabinet terbatas bidang Ekuin dan press release mengenai keuangan negara. Selain itu PAPN&PA secara periodik memberikan pemasukan mengenai perkembangan keuangan negara kepada pimpinan Departemen Keuangan.

Dalam melaksanakan tugasnya Pusat Analisa Pendapatan Negara dan Pembiayaan Anggaran didukung oleh 3 unit eselon III, yaitu :
¨ Bidang Analisa Penerimaan Perpajakan
¨ Bidang Analisa Penerimaan Bukan Pajak
¨ Bidang Analisa Pembiayaan Anggaran

B. Pusat Analisa Belanja Negara

Pusat Analisa Belanja Negara (PABN) adalah Pusat yang tugasnya melaksanakan analisis kebijakan, evaluasi dan perkiraan perkembangan belanja negara, serta menyusun Nota Keuangan dan RAPBN di bidang belanja negara.

Di samping tugas utamanya tersebut, Pusat Analisa Belanja Negara berfungsi sebagai analisis kebijakan, evaluasi dan perkiraan perkembangan belanja negara serta penyusunan NK dan RAPBN di bidang belanja negara.

Dalam kaitannya dengan siklus APBN ini, Pusat Analisa Belanja Negara meramu berbagai bentuk laporan yang merupakan produk PABN tersebut tentunya sangat terkait erat dengan belanja negara, serta berbagai produk yang dikemas bersama dengan PAPNPA menjadi salah satu produk BAF

Dalam melaksanakan tugasnya Pusat Analisa Belanja Negara terdiri dari :
¨ Bidang Analisa Pengeluaran Rutin
¨ Bidang Analisa Pengeluaran Pembangunan
¨ Bidang Analisa Dana Perimbangan

C. Pusat Analisa Ekonomi Makro

Sesuai dengan namanya, Pusat Analisa Ekonomi Makro (PAEM) mempunyai tugas melaksanakan kebijakan, evaluasi dan perkiraan perkembangan ekonomi makro, serta penyusunan NK dan RAPBN di bidang ekonomi makro.

Sama seperti Pusat yang lain, selain tugas penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN, tugas Pusat Analisa Ekonomi Makro lainnya adalah menyiapkan bahan-bahan untuk jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dalam setiap pembahasan/rapat kerja antara Pemerintah dan DPR, serta menyusun bab-bab yang berkaitan dengan perkembangan kebijakan asumsi dasar penyusunan RAPBN.

Di samping tugas-tugas tersebut, setiap bulannya Pusat Analisa Ekonomi Makro turut pula menyusun dan menyiapkan bahan-bahan Laporan Perkembangan Ekonomi Makro, yang dipersiapkann untuk Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Ekuin. PAEM juga secara rutin membuat laporan bulanan untuk pimpinan Departemen Keuangan yang berisi analisa singkat tentang perkembangan ekonomi makro, neraca pembayaran dan perdagangan luar negeri.

Tugas lainnya yang dilaksanakan oleh PAEM adalah membuat draft Surat Keputusan Menteri Keuangan Tentang Nilai Kurs Sebagai Dasar Pelunasan Bea Masuk, PPN Barang dan Jasa, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Ekspor dan Pajak Penghasilan, yang diterbitkan setiap minggu.

Dalam melaksanakan tugasnya Pusat Analisa Ekonomi Makro didukung oleh 3 unit eselon III, yaitu dari :
¨ Bidang Analisa Moneter dan Lembaga Keuangan
¨ Bidang Analisa Neraca Pembayaran
¨ Bidang Analisa Sektor Riil

D. Pusat Statistik dan Penelitian Keuangan

Pusat Statistik dan Penelitian Keuangan (PSPK) merupakan salah satu unit di lingkungan Badan Analisa Fiskal yang mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan statistik keuangan, serta melaksanakan penelitian dan diseminasi hasil penelitian di bidang keuangan

Sebagai satu-satunya unit penelitian di Departemen Keuangan, pelaksanaan tugas Pusat Statistik dan Penelitian Keuangan didukung oleh kelompok peneliti yang merupakan salah satu jenjang jabatan fungsional peneliti di Departemen Keuangan. Jenjang jabatan peneliti di Pusat Statistik dan Penelitian Keuangan, setelah dinilai oleh Panitia Penilai Jabatan Peneliti (P2JP) Departemen Keuangan, memperoleh penilaian akhir dari Panitia Penilai Jabatan Peneliti (P2JP) Nasional, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pusat Statistik dan Penelitian Keuangan juga didukung oleh kelompok jabatan struktural yaitu yang berfungsi sebagai pendukung kelompok peneliti. Pusat Statistik dan Penelitian Keuangan juga membantu tugas-tugas yang dilakukan oleh Tim Asistensi Meneteri Keuangan.

Beberapa produk yang dihasilkan oleh PSPK berkaitan erat dengan hasil penelitian dan pengkajian serta penyebarluasan hasil-hasil penelitian. Adapun produk yang di hasilkan Pusat Statistik dan Penelitian Keuangan meliputi:

i. Hasil penelitian dan pengkajian yang dilakukan bersama dengan perguruan tinggi/instansi lain, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia dan Institut Pertanian Bogor,

ii. Hasil penelitian dan pengkajian yang dilakukan oleh peneliti PS&PK, baik secara kelompok (tim) maupun secara individu, yang terbagi dalam 4 bidang penelitian, yaitu Pasar Modal, Lembaga Keuangan, Keuangan Negara/Daerah, dan Sektor Rill.

iii. Publikasi ilmiah berupa Jurnal Keuangan dan Moneter (JKM), Kajian Ekonomi dan Keuangan (KEK), dan Kajian Kebijakan Fiskal. Jurnal Keuangan dan Moneter yang terbit secara kwartalan menyajikan karangan ilmiah yang merupakan hasil penelitian dan ulasan ilmiah yang berkaitan dengan masalah keuangan, meneter dan ekonomi umum yang dihasilkan oleh peneliti dan analis, baik yang berasal dari BAF maupun dari luar Departemen Keuangan. Sedangkan Kajian Ekonomi dan Keuangan (KEK) terbit dwibulanan dan diprioritaskan untuk peneliti dan analis di lingkungan Badan Analisa Fiskal.

Pada akhirnya, seluruh hasil penelitian dan pengkajian yang dilakukan oleh peneliti dan analis Pusat Statistik dan Penelitian Keuangan, selain ditunjukan untuk mendukung formulasi dan reformulasi kebijakan kepala BAF dan Menteri Keuangan, juga sebagai media untuk memenuhi persyaratan angka kredit sebagai prasyarat menduduki jabatan fungsional tertentu.

Dalam melaksanakan tugasnya Pusat Statistik dan Penelitian Keuangan, terdiri dari :
¨ Bidang Data dan Statistik
¨ Bidang Program Penelitian

E. SEKRETARIAT

Untuk menunjang tugas-tugas pusat dan memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan Analisa Fiskal, Sekretariat mempunyai 4 bagian yaitu
¨ Bagian Kepegawaian
¨ Bagian Keuangan
¨ Bagian Umum
¨ Bagian Dokumentasi dan Laporan
 

 
 
 
Home | About Us | Glosarium | Contact Us
Kritik & saran anda mengenai desain dan fasilitas situs ini mohon dialamatkan pada
Bagian Dokumentasi dan Informasi  pada Badan Pengkajian Ekonomi, Keuangan dan Kerjasama Internasional
Alamat : Jl. Wahidin Raya Gedung-B Departemen Keuangan.
atau ke email address : baf@depkeu.go.id
Bapekki©2004 fiskal.depkeu.go.id