Badan Kebijakan Fiskal

Diskusi dan Koordinasi Diseminasi APEC Chairmanship 2013

Kamis, 20 Desember 2012

Lombok (18/12): Pusat Kebijakan Regional & Bilateral (PKRB) mengadakan acara dalam rangka diskusi dan koordinasi terkait keketuaan Indonesia pada APEC Finance Minister Process (APEC FMP) 2013. Bertempat di Holiday Resort Lombok, acara ini dihadiri oleh perwakilan setiap unit eselon 2 internal Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan beberapa instansi diluar BKF seperti Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pajak, Bank Indonesia dan PT Sarana Multi Infrastruktur. Acara dimulai dengan diawali sambutan sekaligus pembukaan oleh Kepala PKRB, Bapak Decy Arifinsjah. Dalam sambutannya, Bapak Decy menyampaikan pentingnya posisi Indonesia dalam keketuaan APEC 2013 nanti. Oleh karena itu, berbagai persiapan seperti logistik dan substansi perlu dilakukan. Dalam hal tempat pelaksanaan, Kementerian Keuangan telah menetapkan beberapa lokasi untuk menyelenggarakan Rangkaian Pertemuan APEC 2013 di Indonesia. Sesuai usulan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangestu, dalam rangka memperkenalkan dan memajukan daerah wisata di Indonesia, dipilihlah beberapa wilayah seperti Jakarta, Bali, Batam, Makassar, Palembang dan Lombok yang dipercayakan sebagai tempat penyelenggara. Sedangkan untuk puncak pertemuan APEC 2013 Leader’s Meeting akan diadakan di Bali.

Selanjutnya dilanjutkan dengan pemaparan materi sesi pertama dari Bapak Herfan Brilianto, Kepala Bidang Interregional-PKRB. Dalam paparannya disampaikan beberapa hal terkait agenda kegiatan/pembahasan pertemuan APEC 2013 yang meliputi Financial Inclusion, Trade Financial, Treasury Reform, Infrastructure, Economic Outlook and Financial Stability, Social Security dan Disaster Risk Management. Hal ini sesuai dengan hasil koordinasi Kementerian Keuangan dengan beberapa instansi, serta sesuai dengan arahan Presiden RI terkait pentingnya pembahasan mengenai Infrastructure dan Financial Inclusion. Dalam kesempatan ini, diskusi berlangsung cukup hidup dengan adanya pertanyaan maupun usulan dari peserta diskusi, baik dari Sekretariat Jenderal, Peneliti BKF, dan Perwakilan Kementerian Keuangan di Lombok, terutama terkait tema atau agenda pembahasan yang akan diangkat dalam pertemuan APEC 2013 nanti.

Pada sesi kedua penyampaian materi dipaparkan oleh dua narasumber. Narasumber pertama adalah Kepala Bidang ASEaN-PKRB, Bapak Parjiono. Dalam kesempatannya  beliau menyampaikan materi yang berupa Strategi Nasional Keuangan Inklusif & Financial Inclusion di ASEAN dan Linkage antara kerjasama ASEAN dan APEC. Narasumber kedua adalah Erna Kusumawati, Asisten Direktur Tim Arsitektur Perbankan Indonesia dari Bank Indonesia, menyampaikan paparan tentang Financial Regulation terkait APEC dan Peran BI dalam APEC FMP 2013. Dalam kesempatan ini, beliau berdua menyoroti latar belakang program financial inclusion dan menerangkan tentang pentingnya peran perbankan dalam program tersebut.

Berikutnya berlangsung sesi diskusi dan tanya jawab antara pemateri dan pratisipan. Beberapa penanya  menyoroti permasalahan terkait strategi PIN (Single Identity Number) dan sosialisasi akses perbankan/non-perbankan resmi. Namun karena keterbatasan waktu, sesi diskusi dilaksanakan secara singkat dalam satu termin tanya jawab. (AP/IP)

File terkait :


Share |
Full Site